Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

Deretan Film-Film Keren Tentang Komponis Musik

Ludwig van Beethoven
Saya senang dengan film-film drama yang mampu memaparkan sisi terdalam manusia. Misalnya, drama perang yang sanggup menguak bahwa sekalipun sintas tapi verteran perang kerap mengidap post traumatic stress disorder (PTSD). Kali ini saya akan membahas tentang dramatisasi kisah hidup komponis-komponis yang beberapa diantaranya pasti akrab di telinga anda. Cerita tentang hidup para komponis ini sedikit-banyak mungkin akan membantu anda memahami latar belakang karya-karya mereka. Berikut adalah rekomendasi film-film keren tentang komponis:



Amadeus
Film ini berkisah tentang kedengkian Antonio Salieri pada Amadeus Mozart. Antonio Salieri merasa heran kenapa Tuhan menurunkan anugerah bakat luar biasa pada sosok menjijikkan seperti Mozart. Saking dengkinya pada Mozart, Antonio Salieri sampai harus menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa. Amadeus berkisah tentang karya-karya musik Mozart untuk dunia opera. Film ini menyoroti tentang gaya hidup urakan Mozart dan akibat-akibat yang menyertainya. Amadeus berdurasi cukup panjang namun, pasti menyenangkan bagi anda penggemar musik opera.


Immortal Beloved
Bagi anda yang penasaran dengan nada-nada emosional gubahan Ludwig van Beethoven sangat disarankan untuk menonton film ini. Immortal Beloved tidak hanya tentang musik, tapi juga kisah-kisah Cinta Beethoven. Immortal Beloved juga bercerita soal kompleksitas kehidupan pribadi sang maestro. Immortal Beloved secara umum merupakan biopic Beethoven. Anda dapat memahami kekecewaan Beethoven pada Napoleon, masalah ketulian, dan cara Beethoven memukau banyak hadirin lewat karya di akhir hayatnya.


The Pianist
Film ini padat cerita dan begitu nyata karena berdasarkan autobiografi Wladyslaw Szpilman seorang pianis dan komposer Polandia. The Pianist secara gamblang menggambarkan keseharian di Ghetto, kekalahan Jerman di Polandia, diskriminasi terhadap Yahudi, Pemberontakan Yahudi Ghetto, sulitnya bertahan hidup selama perang, dan fakta bahwa tidak semua orang Jerman semasa PD II benci Yahudi. The Pianist sukses menggabungkan beragam hal dari mulai drama, musik, sejarah, dan sisi kemanusiaan ke dalam satu paket yang koheren. Film ini berhasil memenangkan beberapa Oscar untuk sejumlah kategori.


Ein Lied von Liebe und Tod (Gloomy Sunday)
Gloomy Sunday merupakan film drama unik karena menceritakan tentang kisah lagu Gloomy Sunday (Traurigen Sonntag) yang konon terkutuk karena mendorong banyak orang bunuh diri yang juga dibumbui intrik PD II.  Film ini ini menyajikan kisah berbagi Cinta antara Laszlo si pemilik restoran, Ilona, dan pianis Andras Aradi. Gloomy Sunday selain menceritakan Cinta segitiga aneh tersebut juga menyorot penokohan Hans Wieck si perwira Schutzstaffel (SS) penggemar daging gulung (beef roll) restoran Laszlo yang tergila-gila pada Ilona. Film berbahasa Jerman ini tidak rumit dan dari segi emosional kurang menggelora tapi representatif menggambarkan sejarah lagu Gloomy Sunday.

Rabu, 13 Mei 2015

Film-Film Tentang Jepang Dalam Perang Asia Timur Raya


Sebagai bangsa yang pernah dijajah Jepang pada PD II, kita pasti merasakan tautan batin kala mendengar kisah negara lain yang senasib. Cerita semasa pendudukan Jepang begitu mengguncang kemanusiaan seperti soal perbudakan seksual (jugun ianfu), penyiksaan, kerja paksa (romusha), dan pembantaian. Invasi Jepang di Asia Timur Raya menarik diulas dari beragam sudut pandang—yang dalam artikel ini adalah orang Barat. Berikut adalah daftar film yang membahas tentang pendudukan Jepang di Asia Timur Raya:




John Rabe
Film ini merupakan kisah nyata John Rabe seorang pengusaha pabrik Siemens yang melindungi banyak rakyat Cina selama pembantaian Nanking. John Rabe adalah seorang warga negara Jerman anggota NAZI. John Rabe menyuguhkan pada kita betapa mencekamnya serta bagaimana sulitnya bertahan hidup selama pedudukan pasukan Jepang di Nanking. John Rabe secara tidak langsung telah membantah bahwa semua anggota NAZI kejam.

Empire of The Sun
Orang Barat sedikit lebih beruntung sepanjang pendudukan Jepang di Asia Timur Raya. Ini bisa dilihat dalam Empire of The Sun saat tokoh utamanya James Graham menyerahkan diri pada Jepang tapi mereka tidak menangkapnya. Film ini juga membuktikan bahwa orang Barat juga dikarantina khusus (terpisah dari pribumi) selama invasi Jepang di Cina atau mungkin Asia Timur Raya umumnya. Empire of The Sun adalah kisah kemanusiaan tentang sulitnya bertahan hidup di bawah cengkeraman musuh. Film ini wajib ditonton bagi anda yang ingin merasakan greget memerhatikan peran Christian Bale sebagai James Graham.

The Flowers of War
Kembali Christian Bale memerankan orang Barat yang berkutat di Cina selama pendudukan Jepang. Kali ini Bale memerankan John Miller seorang juru pemakaman Kristen dari Amerika. The Flowers of War meneceritakan pada anda bagaimana peristiwa pembantaian dan pemerkosaan Nanking. John Miller dengan segala keahlian dan upayanya berusaha menyelamatkan seluruh murid gereja dan pelacur yang dilindunginya dari Jepang. The Flowers of War juga secara keren menggambarkan kegagah-beranian pasukan Cina mempertahankan tanah airnya. Film ini amat direkomendasikan bagi anda yang ingin emosinya diaduk-aduk selama menonton.

The Children of Huang Shi
Film ini berkisah tentang jurnalis Inggris, George Hogg, yang sangat ingin meliput tentang pendudukan Jepang di Cina namun akhirnya malah membantu anak-anak yatim piatu Cina selamat dari masa invasi Jepang. Walaupun secara keseluruhan bagus tapi The Children of Huang Shi jelas bisa lebih baik lagi jika menggarap tiap detail emosionalnya secara maksimal. Misalnya ketika bagian Shi Kai melawan George Hogg yang ingin memajukan penampungan yatim piatu. Harusnya bagian ini bisa lebih banyak memacu emosi. Satu hal yang membuat The Children of Huang Shi menarik adalah disorotnya fakta bahwa saat invasi Jepang di Cina kala itu pasukan komunis dan liberal juga sedang bertempur sengit.

The Railway Man
Colin Firth menampilkan peran yang rancak dalam film ini sehingga membuat yang menontonnya menganggap ia benar-benar terjangkit post traumatic stress disorder (PTSD). The Railway Man merupakan kisah nyata perwira Inggris, Eric Lomax, yang dijadikan romusha untuk membangun jalur kereta di Thailand selama PD II. The Railway Man menampilkan drama dan penokohan yang proporsional. Kisah The Railway Man tidak rumit namun unsur dramanya mampu menyeret anda untuk memahami derita fisik dan psikologis para penyintas kekejaman Jepang.

            Daftar ini mungkin kurang representatif bagi anda yang mendalami sejarah PD II khususnya pendudukan Jepang di Asia Timur Raya. Namun semoga masih bisa jadi rujukan tontonan yang bagus.

Kamis, 19 Februari 2015

Mengenal Komunisme dari Film The Soviet Story

Generasi muda Indonesia belakangan banyak yang penasaran pada Komunisme. Ini lantaran mereka merasa sejarah Komunis di Indonesia sudah dimanipulasi sesuai keinginan para Penguasa. Gunarman punya satu rekomendasi film dokumenter bagus yang bisa sedikit mencerahkan anda tentang Komunisme Soviet dan dunia pada umumnya. Film ini secara menarik membongkar keterkaitan erat antara Komunis Soviet dan NAZI. The Soviet Story berbahasa Inggris dan sedikit Rusia. Anda bisa mendownload dulu film ini lalu menempelkan subtitle Inggris untuk menerjemahkan bahasa Rusia-nya. Bagi anda yang ingin langsung menonton, Gunarman sudah menyediakan streamingnya di bawah tanpa subtitle Inggris.


Berikut sedikit cuplikan transkrip film The Soviet Story:

" ... Soviet membunuh jutaan rakyat sipil dengan mengikat tangan mereka ke belakang badan dan menembak tepat di belakang tengkuk mereka di depan lupang galian besar. Soviet terus membunuh sipil baik setelah maupun sebelum gabung dengan Sekutu. Pemuda sering menggunakan simbol dari masa lalu sebagai lelucon. Simbol NAZI dianggap lelucon buruk sedangkan simbol Komunis tidak. Komunisme pada dasarnya adalah tentang harmoni dan kesetaraan. Tapi, ada yang salah karena Lenin percaya bahwa dunia baru bisa harmonis bila kelas masyarakat tertentu dimusnahkan. Pada awal Komunis menginstal kekuasaan, di negara manapun itu, mereka akan membantai 10% populasi dan siapa/sasaran yang dibantai amat spesifik.

            Mereka bukan hanya membantai musuh tapi juga orang-orang tertentu yang tujuannya adalah untuk merestrukturisasi kembali masyarakat alias rekayasa sosial. Komunis (contohnya) membunuh semua pekerja terbaik, intelektual top, dan insinyur terbaik dalam rangka restrukturisasi sosial guna mewujudkan masyarakat yang baru. Setelah Komunis menguasai Rusia, Lenin berkesempatan menerapkan Marxisme ke dalam kehidupan nyata. Siapapun yang melawan Komunis akan ditembak dan dibantai tanpa ampun. Stalin pada 1932 kemudian menghubungi Kaganovic untuk menumpas perlawanan rakyat Ukraina. Setelah berdiskusi dengan koleganya, Stalin memutuskan untuk mengambil semua suplai makanan di Ukraina.

            Karena awalnya penduduk Ukraina masih bisa bertahan dengan sayuran dan biji-bijian maka Stalin memerintahkan untuk menyita seluruhnya. Dengan melakukan itu Stalin tahu ia akan membiarkan rakyatnya mati kelaparan. Rakyat Ukraina selain disita makanannya juga dilarang untuk mencari makanan dengan cara apapun. Aparat Soviet saat itu melarang dan menembak mati siapapun rakyat desa Ukraina yang berani pergi ke kota untuk mencari makanan. Rakyat kelaparan yang sudah tidak punya rasa takut jadi mencoba mencuri gandum di ladang gandum NKVD dan mereka ditembak mati di tempat. Unit khusus NKVD datang ke rumah-rumah untuk mengumpulkan mayat-mayat rakyat Ukraina yang mati kelaparan dengan upah 200 gr roti/jasad.

            Banyak dari masyarakat yang sekarat kelaparan sengaja dikubur hidup-hidup oleh NKVD. Biji-bijian yang disita dari petani Ukraina kemudian diekspor ke Barat. Media Barat menyoroti pembasmian rakyat Ukraina yang nyata dilakukan di depan mata dunia tapi dunia waktu itu diam saja. Selama musim dingin 1932 sampai 1933 pembantaian rakyat Ukraina dengan membuat mereka kelaparan sudah membunuh 7 juta jiwa. Masyarakat Soviet adalah masyarakat Komunis pertama di dunia. Eksperimen besar dengan 7 juta kematian di Ukrania punya suatu makna, "Kita harus memulai revolusi dan menaikkan diktator maka (setelahnya) pembentukan manusia/masyarakat yang baru bisa dimungkinkan." lahirnya manusia baru adalah tujuan akhir Marxisme. Komunisme Soviet berusaha menciptakan manusia baru yang berpenampilan, berpola pikir, serta tindakannya sama sekali berbeda.

            NAZI dan Komunis sama-sama berpikir tentang menciptakan manusia baru. NAZI didasarkan pada biologi yang salah dan Komunisme didasarkan pada sosiologi yang salah. Kedua ideologi berambisi bertahan pada sisi saintifik mereka. Untuk beberapa alasan, NAZI dan Komunisme soviet tidak berhasil. Komunisme membantai kaum yang tidak mampu bertahan dan tertinggal berdasarkan pandangan Karl Marx. Pada awalnya NAZI dan Komunisme sulit dibedakan, bahkan Dr. Göbbels menteri propaganda NAZI Jerman kala itu menyatakan bahwa Lenin adalah salah satu orang terhebat (di dunia) nomor dua setelah Hitler. Namun, cara ini ternyata kurang menarik simpati para pemilih potensial Jerman maka NAZI pun mengubah taktik mereka. Pamflet dan slogan kampanye mereka (yang berbau Komunis) di awal kemudian dihilangkan. Hitler mendasarkan NAZI pada karya Karl Marx. NAZI dan Komunis sering dilupakan orang bahwa mereka berdua sama-sama sosialis ... "

            Walau film ini menuai kontroversi dari segi pemakaian foto dokumentasi, eksperimen medis di kamp GULAG, pembantaian Katyn, dokumen kesepakatan Gestapo-NKVD, dan bukti represi Stalin dari pihak Rusia namun The Soviet Story tetap layak dijadikan rujukan bagus bagi kalian yang tertarik dengan Komunisme di abad ke-20.

Senin, 16 Februari 2015

Film PD II Tentang Yahudi

Poster propaganda yang
menggambarkan ketamakan
Yahudi.
Selama masa pemerintahan Adolf Hitler, Jerman konsisten memberantas Yahudi lantaran tuduhan bahwa mereka adalah penyebab segala kehancuran Eropa. Saat NAZI Jerman memulai kampanye Pembebasan Eropa satu per satu negara di bawah pendudukan Jerman dibersihkan dari Yahudi. NAZI Jerman menetapkan diskrimasi keras terhadap Yahudi diantaranya dengan merelokasi paksa mereka ke Ghetto. NAZI Jerman bahkan mempelajari detail ciri fisik khas Yahudi sampai ke bentuk tulang-belulang dan mengajarkan pengetahuan tersebut supaya memudahkan identifikasi petugas lapangan. Yahudi yang tertangkap bakal dikirim ke kamp kerja dan di sana mereka akan melakukan banyak hal dari mulai memecah batu sampai dengan membantu Schutzstaffel (SS) menjalankan kamp. Hidup Yahudi yang di luar kamp dan Ghetto pun tidak jauh lebih baik. Mereka harus senantiasa waspada karena NAZI Jerman serius melacak dan mengejar mereka. Guna lebih jelas memahami kisah Yahudi Eropa di negara-negara yang diduduki NAZI Jerman selama PD II, ada baiknya juga anda melihat beberapa film berikut:


The Pianist
Film ini padat cerita dan begitu nyata karena berdasarkan autobiografi Wladyslaw Szpilman seorang pianis dan komposer Polandia. The Pianist secara gamblang menggambarkan keseharian di Ghetto, kekalahan Jerman di Polandia, diskriminasi terhadap Yahudi, Pemberontakan Yahudi Ghetto, sulitnya bertahan hidup selama perang, dan fakta bahwa tidak semua orang Jerman semasa PD II benci Yahudi. The Pianist sukses menggabungkan beragam hal dari mulai drama, musik, sejarah, dan sisi kemanusiaan ke dalam satu paket yang koheren. Film berbahasa Inggris ini berhasil memenangkan beberapa Oscar untuk sejumlah kategori.


Die Falscher (The Counterfeiters)
Film ini berkisah tentang seorang seniman dan pemalsu hebat Yahudi Jerman di tahun 1930-an, Salomon Sorowitsch. Ia terkenal sebagai pemalsu uang dan paspor. Salomon Sorowitsch yang tertangkap polisi kemudian dikirim ke kamp konsentrasi Mauthausen. Keahlian dan bakatnya kemudian membawa ia ke kamp konsentrasi Sachsenhausen untuk bergabung dengan seksi spesialis pemalsuan. Seksi itu dipimpin oleh orang yang dulu menangkapnya di Berlin, Sturmbannführer Bernhard “Herzog” Krüger. Seksi ini bertugas untuk menjalankan operasi pemalsuan terbesar dalam sejarah, yaitu operasi Bernhard, yang tujuannya ialah menghancurkan ekonomi Inggris. Die Falscher adalah salah satu rekomendasi film Jerman bagi anda yang penasaran pada sisi besar di balik PD II.


Zwartboek (Black Book)
Film ini amat dramatis dan menguras emosi sebab anda bakal menyaksikan betapa tegarnya seorang wanita Yahudi Belanda, Rachel Stein, melawan NAZI Jerman. Saking peliknya intrik Zwartboek, Rachel Stein bahkan harus rela disalah tuduh sebagai pengkhianat bangsa selepas perang. Zwartboek yang berbahasa Belanda, Jerman, Ibrani, dan Inggris ini menggambarkan betapa mencekamnya hidup dalam kejaran NAZI Jerman. Hal yang lumayan menarik juga bagi kita orang Indonesia adalah cerita bagaimana Belanda dijajah Jerman. Zwartboek merupakan film mata-mata PD II yang sangat pantas anda tonton.


Europa Europa
Mengenali ciri fisik Yahudi ternyata tidak cukup gampang sebab, ada saja yang ternyata mampu lolos dan bahkan ikut bergabung ke pasukan Jerman dan sekolah elit pemuda Hitler. Hal inilah yang terjadi pada Solomon Perel yang kemudian kisah hidupnya selama PD II difilmkan dalam Europa Europa. Kisah penyamaran Solomon Perel sebagai ras Arya untuk meloloskan diri dari Holocaust begitu unik. Film ini mengungkap bagaimana elit pemuda Hitler didoktrin untuk merendahkan serta membenci Yahudi, konflik batin Solomon karena jatuh Cinta pada cewek fanatik Hitler, ajaran ateisme komunis Soviet, dan sedikit kisah tentang akhir Third Reich. Europa Europa yang berbahasa Jerman dan Rusia ini terselip propaganda standar film PD II Jerman bahwa di zaman Hitler dulu tidak semua orang seperti NAZI.  


Lore
Film berbahsa Jerman ini mengambil setting pascakekalahan Third Reich di PD II. Lore mengisahkan perjuangan lima kakak-beradik menembus Black Forest menuju rumah nenek mereka di Hamburg. Lore adalah seorang gadis yang merupakan anak sulung dari seorang Petinggi Schutzstaffel (SS). Ketika perjalanan, mereka kebetulan bertemu pria asing beridentitas Yahudi. Sebagai pemuda Hitler, Lore terdoktrin untuk membenci Yahudi. Lore menawarkan ironi bagaimana seorang yang seharusnya dilarang memercayai Yahudi ternyata justru amat bergantung pada mereka untuk bertahan hidup. Lore mengajak anda untuk merasakan bagaimana rasanya jadi pemuda Hitler yang senantiasa cemas dibalas Yahudi.

Rabu, 11 Februari 2015

Film dan Mini Seri Tentang Kekalahan Jerman di Perang Dunia II

Jerman di era Hitler merupakan momok paling menyeramkan bagi Eropa. Pada masa itu di Barat ada Jerman Third Reich sedangkan di Timur ada Uni Soviet. Eropa di ambang penindasan total oleh Hitler Jerman dan Stalin Soviet. Hitler dan Stalin kala itu bersekutu erat yang diperkuat oleh kesepakatan untuk menginvasi dan membagi Polandia pada 1939: Barat untuk Hitler dan Timur untuk Stalin. Sekutu yang saat itu belum diperkuat Amerika berani mengultimatum Hitler bahwa kalau mereka sampai menginvasi Polandia maka perang akan pecah namun, Hitler tidak menghiraukan. Jerman dengan efisiensi serangan kilatnya (blitkrieg) mampu menaklukan Eropa, kecuali Inggris, dalam waktu singkat. Jerman berhasil menduduki Norwegia dan Denmark di Utara; Perancis, Belanda, dan Belgia di Barat; Balkan di Tenggara; Austria dan Ceko di Selatan; Polandia di Timur; Atlantik Utara; Afrika Utara. Setelah Hitler melanggar pakta nonagresi dengan Stalin dengan melancarkan operasi Barbarossa pada 22 Juni 1941, Uni Soviet akhirnya berbalik mendukung Sekutu.
            Serangan Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 memaksa Amerika untuk ikut mengangkat senjata melawan kekuatan Poros (Axis). Setelah kekalahan Jerman di Stalingrad pada Januari 1942 mental prajurit Jerman runtuh. Ini jadi titik balik bagi Sekutu (turning point). Serangan buas Pasukan Merah Uni Soviet ke tiap basis pertahanan Jerman perlahan memukul balik prajurit Hitler kembali ke negaranya. Momen ini pada 6 Juni 1944 lantas dimanfaatkan Sekutu yang ada di Barat untuk melakukan operasi amfibi terbesar dalam sejarah, yaitu D-Day. Detik kehancuran Third Reich makin dekat setelah bertemunya pasukan Uni Soviet dengan Amerika di Torgau, Sungai Elbe pada 25 April 1945. Untuk lebih mendalami bagaimana suasana sosial dan kebatinan yang dirasakan Jerman saat kekalahan di PD II ada baiknya anda menengok tiga tontonan berikut:


Der Untergang (Downfall)
Film ini mengambil latar sepuluh hari terakhir mein Führer Adolf Hitler dalam bunkernya menurut cerita Traudl Junge—sekretaris terakhir Hitler. Film ini menggambarkan betapa putus asanya Hitler dan semua Punggawanya menghadapi kekalahan yang sudah di depan mata. Film ini menggambarkan banyak sisi sengit pertempuran Berlin dan akhir PD II bagi Jerman pada umumnya. Paramiliter pengawal Hitler alias Schutzstaffel (SS), Pasukan Rakyat (volksstrum), dan Pemuda Hitler (Hitlerjunge) bahu-membahu bertempur habis-habisan menghadang gempuran Pasukan Merah yang terus merangsek Berlin. Der Untergang berbahasa Jerman dan sangat direkomendasi untuk anda penggemar sejarah PD II Jerman.

Lore
Beberapa film Jerman memfokuskan kisah pada Yahudi, Wehrmacht, atau SS selama PD II tapi Lore cukup berbeda. Lore mengisahkan perjuangan lima kakak-beradik menembus Black Forest menuju rumah nenek mereka di Hamburg. Lore adalah seorang gadis yang merupakan anak sulung dari seorang Petinggi SS. Ketika perjalanan, mereka kebetulan bertemu pria asing beridentitas Yahudi. Film ini secara padat mengisahkan bagaimana para fanatik Hitler mengikuti anjuran untuk mempunyai banyak anak, doktrin menghina Yahudi, penonjolan ciri fisik ras Arya oleh kelima kakak-beradik, pembagian daerah pendudukan oleh Sekutu, kelaparan rakyat Jerman selepas PD II, dan penangkapan para pengikut Hitler oleh Sekutu. Film ini mengajak anda untuk turut merasakan kecemasan, ketakutan, kebingungan, dan kekecewaan akibat kalah perang. Film Lore yang juga berbahasa Jerman ini sangat direkomendasi bagi anda yang penasaran dengan keadaan rakyat sipil Jerman pascakekalahan.

Unsere Mütter, Unsere Väter Episode 3: Ein Anderes Land
Mini seri berikut adalah tontonan wajib bagi mereka yang ingin mendalami emosi pasukan Jerman yang bertempur di Front Timur. Episode 3 menunjukkan anda bagaimana desertir yang bahkan sudah divonis hukuman mati sekalipun jadi amat dibutuhkan dan diampuni Jerman lantaran di akhir PD II mereka kehilangan pasukan dalam jumlah besar. Sisi romansa antara sahabat menambah kental unsur drama dalam tiga episode Unsere Mütter, Unsere Väter yang kian memuncak di episode terakhir. Mini seri ini secara ironis menampilkan seorang kepala Gestapo Berlin, Dorn, yang begitu pengecut menghadapi kekalahan dan berbalik jadi abdi Sekutu usai perang. Kisah lima sekawan dalam Unsere Mütter, Unsere Väter yang sudah begitu sarat ini bahkan masih sempat diimbuhi adegan hukuman bagi penyebar defeatism.
Plot Charlotte sebagai perawat di rumah sakit lapangan Jerman di Front Timur berhasil menggambarkan apa yang terjadi saat Jerman mulai kalah dan rumah sakit lapangan mereka diambil alih Soviet. Unsere Mütter, Unsere Väter secara tragis menceritakan pula bagaimana serdadu Jerman tega membunuh komandannya karena sudah putus asa. Unsere Mütter, Unsere Väter yang kaya kisah juga menampilkan perlawanan partisan Armia Krajowa (Home Army) Polandia mengusir Jerman. Adegan akhir reuni para sekawan ini empat tahun setelah janji mereka, untuk berkumpul pada natal 1941, yang terjadi di reruntuhan bar Greta turut membawa perasaan pilu dan hampa yang kentara sekali kepada penonton. Mini seri berbahasa Jerman ini merupakan daftar teratas bagi kalian penggila sejarah PD II.

Eine Frau in Berlin (Woman in Berlin)
Ini adalah referensi menakjubkan untuk penggemar sejarah Jerman dalam PD II. Eine Frau in Berlin didasarkan pada catatan jurnalis Martha Hillers selama pertempuran Berlin dan pendudukan Pasukan Merah Soviet pasca kejatuhan Third Reich. Film yang mengisahkan pemerkosaan besar-besaran Pasukan Merah terhadap perempuan Jerman, khususnya di Berlin, ini terus terang agak membuat saya ngilu. Kisah nyata wanita Berlin pasca kekalahan Third Reich ini dianggap menodai kehormatan perempuan Jerman. Lantaran mereka dinilai rela melacur demi mendapat perlindungan Pasukan Merah Soviet. Film Berbahasa Jerman yang mencengangkan ini akan melengkapi pemahaman anda seputar PD II.

            Sebenarnya banyak film yang punya adegan tentang kekalahan Jerman di PD II hanya saja, ketiga tontonan ini cenderung direkomendasi sebab mereka lebih fokus. Lain kali kita akan membahas film PD II apa saja yang paling disarankan untuk anda tonton selanjutnya.