Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Perhitungan Untuk Menentukan Diameter Pipa Transmisi

Memilih diameter pipa transmisi merupakan salah satu tahap kunci dalam tiap perencanaan kegiatan air minum. Dasar-dasar menentukan diameter pipa transmisi ini harus benar-benar dipahami anak Teknik Lingkungan. Lalu apa saja langkah-langkah dan data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perhitungan diameter pipa transmisi? Mari, langsung saja kita mulai contoh perhitungannya!

Diketahui:
Jumlah penduduk yang akan dilayani     : 1100 orang
Kebutuhan air per orang                         : 60 lt/orang/hari
Kebutuhan lainnya                                   : 20%
Faktor hari maksimum (fhm)                   : 1,15
Elevasi intake                                           : 130 mdpl
Elevasi reservoir                                      : 90 mdpl
Jarak intake-reservoir                              : 3500 m
Koefisien kekasaran pipa (C)                  : 120

Kriteria penentuan kebutuhan air per orang dapat anda lihat pada tabel di bawah ini:
Sumber: Dirjen Cipta Karya Kementerian PU 1994

Sedangkan untuk faktor hari maksimum anda dapat menggunakan rentang 1-1,15.

Selanjutnya, kita masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus yang ada di bawah:

D = ( {3,59 x 106 x Qmaks} / {C x S0,54} )0,38

D         : Diameter pipa transmisi
C         : Koefisien kekasaran pipa
Qmaks  : Debit maksimal yang akan melalui pipa
S         : Slope atau persentase kemiringan pipa


Perhitungan:

Kebutuhan air rata-rata (Qr)
Qr = (1100 orang x 60 lt/orang/hari)/86400 detik
Qr = 0,76 lt/detik

Kebutuhan air lainnya (Ql)
Ql = 20% x 0,76 lt/detik
Ql = 0,15 lt/detik

Kebutuhan harian maksimal (Qmaks) menurut faktor harian maksimum (fhm)
Qmaks = (0,76 lt/detik + 0,15 lt/detik) x 1,15
Qmaks = 1,05 lt/detik

Slope (S)
S = (40 m/3500 m) x 100%
S = 1,14%

Maka:
D = ( {3,59 x 106 x 1,05} / {120 x 1,140,54} )0,38
D = 49,71 mm ≈ 50 mm

Guna pengecekkan lebih akurat, hitungan kasar ini selanjutnya akan disimulasikan di EPANET.


Catatan:
            Dalam penerapannya, debit sering kali sudah langsung ditentukan oleh pihak perencana, misalnya Dinas PU, dengan besaran seperti 20 lt/detik, 15 lt/detik, 50 lt/detik, dsbg.

Selasa, 23 Februari 2016

Teknik Lingkungan: Kuliah dan Penerapannya di Dunia Kerja

Halo bagi kalian semua alumni, mahasiswa, maupun calon anak Teknik Lingkungan! Dalam artikel ini saya hendak berbagi pengalaman kerja saya yang masih seumur jagung di bidang Teknik Lingkungan. Saya kebetulan saat ini tengah bekerja sebagai konsultan Teknik Lingkungan. Menurut saya pribadi untuk ukuran Teknik, materi kuliah Teknik Lingkungan tidaklah begitu berat namun entah kenapa peminat Teknik Lingkungan belum begitu banyak padahal, bidang ini belakangan makin dibutuhkan. Ditambah lagi, tidak sedikit alumni Teknik Lingkungan yang malah berkarier di luar bidang lingkungan.

Jika memang begitu dibutuhkan, lantas (1) kenapa banyak alumni Teknik Lingkungan malah kerja di luar ranahnya? (2) Kenapa dengan melimpahnya lowongan ini hanya sedikit yang menyerap anak Teknik Lingkungan? (3) Apa sebenarnya bidang kerja yang memerlukan keahlian Teknik Lingkungan? (1) Saya tidak bisa memberi musabab pasti kenapa alumni Teknik Lingkungan banyak yang kerja di luar ranahnya tapi, berdasarkan pengalaman pribadi bisa saya simpulkan bahwa iklan lowongan khusus Teknik Lingkungan begitu sedikit bila dibanding lowongan untuk jurusan lain, misalnya akuntansi. Salah satu iklan lowongan yang umum diperuntukkan lulusan Teknik Lingkungan adalah staff K3. Tapi, syarat yang dipatok bagi pelamar staff K3 tidak masuk akal bagi lulusan baru Teknik Lingkungan. Rata-rata lowongan staff K3 mempersyaratkan pengalaman di bidang K3 minimal setahun plus sertifikat pelatihan K3 entah itu SMK3 atau OHSAS. Untuk lebih detail anda bisa cari sendiri syarat untuk ikut pelatihan SMK3 dan OHSAS di internet!

Selain staff K3, lowongan lain yang butuh anak Teknik Lingkungan adalah staff WTP dan WWTP. Namun, kedua lowongan ini sayangnya jarang ada. (2) Penyebab banyaknya lowongan Teknik Lingkungan kurang menyerap alumninya beberapa di antaranya sudah dijawab di atas lalu, sisanya lantaran lowongan-lowongan Teknik Lingkungan lainnya disediakan Instansi Pemerintah. Sudah jadi rahasia umum kalau lowongan itu digelar Instansi Pemerintah maka yang bisa mengisinya pasti orang-orang terdekat para Pejabat Pengadaan terkait saja. Lantaran kurangnya pengumuman maka, tidak heran pula lowongan-lowongan ini sulit terdeteksi para lulusan Teknik Lingkungan. Selain itu juga nyaris semua lowongan tersebut membutuhkan sekian tahun pengalaman kerja di bidang Lingkungan beserta Surat Keterangan Ahli (SKA).

Untuk mulai punya pengalaman kerja di bidang lingkungan pastinya anda harus pernah bekerja dulu di salah satu perusahaan jasa konsultansi lingkungan. Dengan kata lain, untuk melamar lowongan-lowongan lingkungan dari Instansi Pemerintah anda harus benar-benar mulai dari bawah. (3) Bidang kerja yang memerlukan keahlian Teknik Lingkungan antara lain: pengolahan air buangan industri, pengelolaan air minum, sanitasi masyarakat, dan satu yang sudah disebutkan di atas yaitu K3.

Apa yang bisa kalian siapkan semenjak di bangku kuliah bila memang bercita-cita bergerak di dunia Teknik Lingkungan adalah pengetahuan yang komprehensif mengenai seluruh mata kuliah. Jika kalian memang ingin jadi konsultan Teknik Lingkungan pengetahuan yang harus kalian dalami ialah seputar air minum. Belajarlah cara menentukan dimensi pipa, ilmu pengolahan air minum, merancang bangunan pengolahan air minum, dan perencanaan-perencanaan pelayanannya! Selain itu jangan lupa perbanyak bacaan terkait sanitasi masyarakat! Pahami dasar-dasar hukum bagi perencanaan air minum dan sanitasi! Selama di bangku kuliah kuasai Microsoft Office sebaik mungkin karena ini salah satu senjata konsultan lingkungan! Jangan pula malas mengasah Bahasa Inggris kalian!

Kerja di bidang Teknik Lingkungan tidak sesulit kuliahnya. Percayalah! Misalnya tentang perencanaan bangunan air minum. Kita tidak perlu repot-repot menjelaskan alternatif pengolahan hingga perhitungan saluran-saluran unit bangunan pengolahan karena Pemerintah biasa membeli IPA jadi sesuai dengan debit yang mereka rencanakan. Walau begitu, ilmu Teknik Lingkungan tetap harus mengakar di kepala anda! Untuk apa? Supaya kalian bisa lebih kritis menyikapi data. Contohnya, hanya anak Teknik Lingkungan yang bisa menstandarkan data perencanaan air minum. Data sering kali tidak begitu rinci dan yang bisa mendetailkannya cuma orang yang memiliki pengetahun Teknik Lingkungan.

            Tidak hanya semata akademis yang harus mahasiswa Teknik Lingkungan siapkan bila ingin kerja di bidang Teknik Lingkungan namun juga relasi dengan alumni dan teman-teman lain sejurusan. Simpan semua kontak kawan sejurusan anda termasuk para Dosen! Ini penting karena kita tidak tahu kelak kita mungkin begitu membutuhkan mereka. Buatlah grup Facebook khusus teman jurusan seangkatan dan rekan sejurusan pada umumnya! Sebab ini akan menjaga koneksi dan aliran informasi kalian!

Jumat, 12 Februari 2016

Hubungan Antara Kuliah dan Dunia Kerja


Dengan banyaknya jumlah sarjana yang dicetak tiap tahun ditambah lagi sarjana-sarjana tahun sebelumnya yang juga sama-sama ingin mencari atau pindah kerja membuat persaingan menembus lowongan kerja jadi kian ketat. Akibatnya, sudah terlalu banyak lulusan baru yang kecewa karena menganggap bila sarjana akan mudah dapat kerja. Bukan “Mudah” sebenarnya kata yang tepat, tapi “Lebih mudah”. Kenapa? Karena para pemberi kerja menganggap sarjana punya pola pikir yang lebih dibanding mereka yang tamatan SMA atau lebih rendah. Tapi, bukan berarti semata pola pikir khas sarjana yang mereka pertimbangkan dari pencari kerja. Tentu juga ada beberapa faktor kunci lain.

            Lantas bekal kuliah apa yang sebenarnya umum paling dibutuhkan ketika menjejak persaingan dunia kerja? Paling pertama, adalah penguasaan Microsoft Office. Makin mahir kita maka akan kian cepat pula calon atasan atau HRD memikirkan posisi yang tepat anda isi. Selanjutnya adalah kemampuan bahasa, baik bahasa Indonesia laras formal dan ilmiah maupun bahasa asing setidaknya bahasa Inggris pasif. Hal ini akan cepat memberi gambaran bagi calon atasan atau HRD tentang kemampuan anda memahami dan membuat dokumen. Ketiga yang juga sangat penting adalah pola pikir yang intelektual. Ini terlihat dari cara kalian menyikapi masalah, gagasan, hubungan dengan bawahan dan atasan, orang yang lebih tua, senior, maupun pelanggan. Hal terakhir tapi ‘tak kalah penting yang anda butuhkan adalah pemahaman terhadap materi-materi kuliah. Rajinlah membaca dan berlatihlah berbincang tentang hal-hal yang anda pelajari selama kuliah baik di dunia nyata maupun dunia maya!

            Selama kuliah jangan sampai menyepelekan IPK! Targetkan IPK minimal 3,00 untuk bekal anda menembus saringan administrasi Perusahaan/Instansi Pemerintahan. Kenapa tiap Perusahaan/Instansi Pemerintahan mempersyaratkan IPK? Apakah IPK menjanjikan kinerja? Tentu tidak. Tapi minimal dari IPK saja kita bisa tahu sebertanggung jawab apa para pencari kerja terhadap pendidikan mereka. Ada beberapa orang yang berargumen bahwa IPK bisa didapat dari mencontek. Tentu saja para pemberi kerja sudah tahu ini, meski demikian bagi mereka jika memang anda menginginkan IPK yang bersih seharusnya anda tetap bisa mendapatkannya dengan belajar lebih giat. Jika anda enggan belajar lebih giat namun pula anti mencontek dan pasrah pada IP demi IP yang didapat apalah itu namanya kalau bukan mahasiswa yang tidak bertanggung jawab.

Rabu, 24 Juni 2015

Contoh Lowongan Untuk Lulusan Teknik Lingkungan

Bagi kalian mahasiswa teknik lingkungan yang masih kuliah atau bahkan para calon mahasiswa teknik lingkungan, ada baiknya mengetahui seperti apa lapangan kerja yang nantinya membutuhkan keahlian kita. Sebelum jauh membahas, saya akan bilang dulu bahwa untuk bekerja di bidang teknik lingkungan IPK yang bagus, kefasihan berbahasa Inggris, dan gelar sarjana saja tidak cukup. Kenapa? Karena ternyata nyaris semua lowongan menghendaki sarjana teknik lingkungan yang tersertifikat dan punya pengalaman kerja minimal setahun. Berikut beberapa contoh lowongan yang bisa dilamar lulusan baru (fresh graduate) teknik lingkungan yang saya ambil dari Jobstreet.com:

Lowongan K3

Lowongan K3

Lowongan WWTP

            Lalu, jika kalian bertanya bagaimana cara mendapat sertifikat-sertifikat K3 seperti yang dipersyaratkan lowongan barusan, inilah rinciannya:

Training AK3U
Selain sertifikat, lulusan baru teknik lingkungan juga butuh pengalaman kerja. Lantas bagaimana punya pengalaman kerja K3 selama kuliah atau setelah lulus? Jawabannya adalah magang. Selain lowongan K3, sarjana teknik lingkungan juga dibutuhkan di waste water treatment plan (WWTP). Tapi, lowongan WWTP jumlahnya tidak sebanyak lowongan K3. Lagi pula, yang membuka lowongan sarjana untuk pengelola WWTP biasanya adalah perusahaan besar. Semoga informasi ini bisa berguna bagi kawan-kawan teknik lingkungan yang ingin bekerja sesuai bidang.

Kamis, 18 Juni 2015

Kuliah, Ilmu, IPK, Penerapan, dan Lapangan Kerja

Ini merupakan topik perdebatan tiada akhir di kalangan mahasiswa dan sarjana. Banyak yang berpikir bahwa IPK tidak mencerminkan ilmu dan kemampuan penerapan seorang sarjana di dunia kerja. Tapi kenapa nyaris semua institusi mempersyaratkan IPK sekian untuk menyaring calon pegawainya? Itu karena tiap institusi ingin mencari calon karyawan yang minimal memenuhi dua kriteria:  kompeten dan berkomitmen pada Perusahaan. Pelamar yang ber-IPK minimal 3.00, apalagi dari Perguruan Tinggi terkemuka (reputable University), merupakan jaminan seorang mahasiswa berkomitmen pada apa yang dikerjakannya. IPK merupakan indikator kinerja bagi para lulusan baru (fresh graduate). Kasarnya, jika pada kuliah sendiri saja tidak tanggung jawab/komitmen apalagi terhadap pekerjaan.

            Biasanya lebih mudah bagi Perusahaan untuk mendidik sarjana ber-IPK ≥3.00 ketimbang yang kurang dari itu. IPK memang jarang bohong. Terkait penguasaan ilmu yang didapat selama kuliah hal itu korelasinya tidak sederhana dalam dunia kerja. Misalnya sarjana teknik lingkungan yang dipersyaratkan pengalaman kerja jika ingin melamar lowongan waste water treatment plan (WWTP) atau plus sertifikasi AK3U kalau melamar fungsi K3. Ini beda dengan sarjana akuntansi, teknik mesin, psikologi, atau teknik elektro yang bagi lulusan barunya banyak tersedia lowongan nonpengalaman atau bersertifikat. Jurusan yang lowongannya benar-benar bicara penerapan sejauh ini yang saya tahu adalah komputer dan kesehatan. Kedua jurusan ini akan sangat diuji ilmu-ilmu yang mereka dapat selama kuliah oleh para calon user.

            Kuliah utamanya ialah untuk mengasah jiwa intelektual dan mencari keahlian. Jangan pelit untuk ikut kursus-kursus selama kuliah! Karena itu pasti bakal amat berguna kala nanti mencari kerja. Carilah ilmu maka IPK akan mengikuti! Tekunilah kegiatan-kegiatan yang mengasah kemampuan sosial anda! Biasakan diri dengan Microsoft Office! Kuasai bahasa Inggris minimal pasif! Seriuslah saat praktik kerja lapangan (PKL)! Carilah prestasi akademis/nonakademis sebanyak mungkin! Hal-hal di atas pasti akan menjadi pertimbangan bagi Perusahaan. Jika anda bukan berasal dari Perguruan Tinggi terkemuka maka belajarlah lebih keras baik dalam bersosial, akademis, maupun menggeluti hobi! Ketahuilah pula bahwa sekalipun semua saran di atas berhasil diamalkan namun, belum tentu semua Perusahaan akan lekas menerima anda. Karena tiap Perusahaan punya pertimbangannya sendiri dalam menyaring calon karyawan.

Sabtu, 16 Mei 2015

Menariknya S1 Teknik Lingkungan

Kunjungan mahasiswa teknik lingkungan
di PDAM Way Rilau, Bandar Lampung
Bagi teman-teman yang akan atau baru lulus SMA dan bingung ingin mengambil jurusan kuliah apa nanti, saya punya sedikit saran. Jika kalian senang kuliah yang membutuhkan analisa, sulit tapi tidak terlalu, bermasa depan cerah, berorientasi lapangan, serta butuh gabungan kecerdasan spasial dan logika/matematika maka S1 teknik lingkunganlah jawabannya. Teknik lingkungan secara umum belajar tentang menjauhkan lingkungan dari dampak buruk kegiatan manusia dan manusia dari dampak buruk lingkungan. Teknik lingkungan merupakan penerapan matematika, fisika, biologi, kimia, kesehatan, ilmu bangunan, dan manajemen. Subjek-subjek yang disebutkan barusan tidak dipelajari secara mendalam. Hanya bagian-bagian yang beririsan dengan lingkungan saja yang dibahas.

            Bisa dibilang kalau dibanding teknik lainnya teknik lingkungan relatif ringan. Maka, bagi kalian yang cewek dan ingin mencari tantangan, teknik lingkungan bisa jadi pilihan. Seperti sarjana teknik umumnya, kelak bila lulus S1 teknik lingkungan pola pikir kalian akan lebih terstruktur dan terarah. Meski tiap disiplin ilmu penyusun teknik lingkungan tidak dipelajari mendetail namun, teknik lingkungan tetaplah bidang yang khusus. Masa-masa tersibuk mahasiswa teknik lingkungan ialah saat merancang bangunan instalasi air baik itu minum atau limbah serta ketika menyusun skripsi—di luar itu lumayan santai. Hal yang menyatukan teknik lingkungan dengan teknik lainnya adalah kalkulus. Prospek kerja teknik lingkungan amat luas, sama seperti jurusan teknik lainnya. Asalkan kalian mengembangkan diri dengan benar selama kuliah dan mencapai IPK minimal 3.00 maka akan ada sedikit kelegaan saat lulus sebagai sarjana teknik lingkungan.



Artikel lain terkait teknik lingkungan:

Minggu, 15 Februari 2015

Pilihan Tema Skripsi Teknik Lingkungan

Skripsi adalah hal yang paling penting bagi mahasiswa Strata 1. Skripsi adalah syarat mutlak untuk mendapat gelar sarjana. Skripsi menentukan kelangsungan studi seorang mahasiswa. Skripsi harus dipertanggungjawabkan di hadapan dosen pembimbing dan penguji. Skripsi merupakan pembuktian bagi kuliah yang selama ini mahasiswa jalani. Skripsi pasti jadi momok jika kalian tidak mengerti apa yang ditulis. Tiap fakultas memiliki ciri bidang skripsinya masing-masing. Secara garis besar penelitian, termasuk skripsi, digolongkan jadi tiga kategori: eksplanasi, deskripsi, dan eksplorasi.
            Mahasiswa teknik lingkungan beberapa ada yang memilih penelitian berbasis kimia atau biologi terapan. Penelitian berbasis kimia atau biologi biasanya dimanifestasikan ke dalam pembuatan suatu alat sederhana yang mendukung tujuan penelitian. Masalah yang di-skripsi-kan atau diteliti haruslah yang tengah terjadi di lapangan (aktual) dan penting. Maksud dan tujuan penelitian dalam skripsi mahasiswa teknik lingkungan wajib mampu terjawab pada kesimpulan. Skripsi teknik lingkungan tidak harus memiliki hipotesis. Berikut, ide-ide tema skripsi teknik lingkungan bagi kalian mahasiswa tingkat akhir:

1.     Penurunan (Removal)
Tema ini merupakan spesialisasi teknik lingkungan lantaran yang diteliti adalah penanganan pencemaran. Penelitian penuruan pencemaran dilakukan dalam skala lab yang sistem reaksinya bisa batch atau kontinu. Batch artinya selama pereaksian tidak ada bahan yang masuk atau keluar. Kontinu artinya reaksi terjadi selama pelaluan bahan pada reaktor untuk waktu kontak/singgung tertentu. Pada sistem kontinu bahan yang masuk ke reaktor selalu baru atau bisa juga dari resirkulasi. Tema penurunan bisa meneliti dua perlakuan atau lebih. Penelitian penurunan yang umum di teknik lingkungan seperti: penurunan BOD dan COD dari limbah cair dengan menggunakan eceng gondok; penurunan konsentrasi logam dalam limbah cair dengan menggunakan adsorben. Penelitian penurunan membutuhkan pengulangan minimal tiga kali dengan jumlah sampel paling sedikit tiga puluhan. Penelitian penurunan butuh biaya lab yang tidak sedikit namun cenderung lebih simpel diselesaikan dibanding tema penelitian teknik lingkugan yang lain.

2.     Eksperimen Produksi
Penelitian ini umumnya bertujuan untuk pemanfaatan limbah. Contoh penelitian jenis ini seperti: pembuatan pupuk cair dari limbah tahu; pemanfaatan urin untuk membangkitkan listrik; pemanfaatan limbah cair tahu untuk menghasilkan biogas; pemanfaatan kotoran hewan untuk menghasilkan biogas. Tiap perlakuan tertentu terhadap limbah diselidiki keefektifan dan optimasinya dalam menghasilkan zat yang diinginkan. Misalnya pengaruh dosis bakteri starter pada limbah cair tahu dalam menghasilkan biogas. Tema penelitian ini menuntut kelengkapan alat.

3.     Perencanaan
Tema penelitian berikut adalah yang paling rumit diantara tema yang lain. Karena yang harus anda lakukan adalah mencari calon proyek yang nyata, mengumpulkan data lengkap termasuk soal pendanaan dan ketersediaan lahan, menghitung teliti perencanaan bangunan pengolahan limbah, rencana anggaran biaya (RAB), serta yang pasti harus menggambar detail desain tiap unit instalasi anda. Biasanya yang direncanakan oleh penelitian adalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian perencanaan adalah yang paling murah diantara beberapa tema skripsi yang lain. Tapi, perencanaan menuntut penguasaan ilmu teknik yang memadai dan sebab itu pulalah jumlah dosen yang mampu jadi pembimbing tema skripsi ini pun kadang terbatas. Sering kali karena kepalang penuhnya kuota bimbingan seorang dosen perencanaan, anda yang tadinya sudah siap dengan tema ini jadi harus ganti pengajuan judul.

4.     Evaluasi
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian suatu kegiatan dengan keadaan ideal yang dipersyaratkan aturan dan keilmuan teknik. Misalnya evaluasi drainase, SMK3, kinerja pengolahan dan pengelolaan limbah, pengaruh polusi udara terhadap kandungan timbal dalam darah, atau tata letak pabrik sesuai kaidah lingkungan. Tema penelitian ini kerap terkendala pada penghimpunan data. Setelah mengevaluasi anda harus memberikan beragam saran teknis. Sesekali evaluasi bisa jadi amat rumit contohnya jika mengulas IPAL suatu instansi maka kalian juga harus membuat rekomendasi perencanaan pembenahan serta menguji karakteristik limbah yang diolah IPAL tersebut di lab. Evaluasi IPAL jelas kerja berat lantaran anda harus melengkapi segala data administrasi, cetak biru IPAL, dan pemantauan berkala kualitas limbah oleh instansi tersebut yang ditambah dengan perancangan ulang.

Kamis, 12 Februari 2015

Kalkulator IP dan IPK Online


Indeks prestasi (IP) esensial bagi kelangsungan studi mahasiswa. Tiap kampus memiliki detail kebijakannya masing-masing terkait IP. Namun, cara mendapatkan nilai kuliah sebagai komponen IP tersebut tergantung gaya penilaian masing-masing dosen. Tiap mahasiswa pasti ingin nilai kuliah maksimal tapi, begitu memulai semester baru bagaimana kalau ternyata sejumlah mata kuliah anda ternyata sangat susah? Apakah anda ada proyeksi bagaimana IP di semester tersebut jika membiarkan mata kuliah yang berat diberi C atau kurang? Bagi anda yang ingin menggambar IP semester ini tanpa menunggu UAS dan hasil rekap kampus, Gunarman menyarankan anda menggunakan kalkulator IP online seperti di bawah ini. Klik dua gambar berikut untuk menuju web yang dimaksud!

Tampilan kalkulator IP.

-  Credit Value adalah jumlah SKS mata kuliah anda.
-  Grade adalah nilai mata kuliah anda.
-  Add adalah tombol untuk menambah jumlah slot mata kuliah.
-  Delete adalah tombol untuk menghapus slot mata kuliah.
-  Overall GPA Score adalah IP anda


            Untuk imbuhan nilai plus (+) atau minus (-) anda hanya harus menjumlahkan/menguranginya dengan 0,3. Contoh: B+ adalah 3 + 0,3 = 3,3 dan B- adalah 3 – 0,3 = 2,7. Kalkulator ini cocok jika kampus anda sama-sama menerapkan imbuhan nilai 0,3. Kalian juga dapat menghitung indeks prestasi kumulatif (IPK) masih dengan kalkulator dari situs yang sama. Cukup masukkan saja urutan IP kalian dari semester pertama hingga akhir. Lalu, klik Calculate!


Tampilan kalkulator IPK yang terletak
di bagian bawah halaman web.