Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|

Minggu, 17 Mei 2015

Mengenal Teori Kebudayaan Anak Muda (Youth Culture)

Penampilan generasi bunga
Pada 1960-1965 James S. Coleman mempublikasikan karya-karyanya tentang perilaku remaja. James S. Coleman mendasarkan teorinya pada pengamatan terhadap anak muda Amerika yang bertingkah berbeda (menyimpang) dengan orang dewasa kala itu. Remaja di zaman itu berpotongan rambut gondrong, berbaju compang-camping padahalal orang mampu, menyukai lagu-lagu rock, mempraktikkan mistis India, melakukan seks bebas, dsbg. Mereka menamakan diri “Generasi bunga”. Gerakan tersebut berlanjut hingga 1970-an yang kemudian berkembang jadi gerakan politik dan penentang perang Vietnam.

            Nilai-nilai yang dominan dalam budaya anak muda menyangkut banyak hal kecuali keberhasilan akademis. Nilai-nilai tersebut orientasinya adalah pengakuan teman sebaya. Menurut James S. Coleman, remaja sadar bahwa budaya merupakan tolok ukur perilaku seseorang. Kebudayaan memberi arah, pedoman, persetujuan, pengingkaran, dukungan, kasih sayang, dan rasa aman bagi remaja. Tapi, di sisi lain mereka juga ingin mengatur diri sendiri. Inilah yang menyebabkan mereka membuat tolok ukur baru yang berbeda dari orang dewasa. Mereka menciptakan kebudayaan sendiri yang lain dengan kebudayaan masyarakat umum. Kebudayaan itulah yang selanjutnya dikenal sebagai kebudayaan anak muda (youth culture).


Sumber:
Sarwono, Sarlito (2011). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar