Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|

Rabu, 13 Mei 2015

Mengenal Pelabuhan Batu Bara Tarahan PT. Bukit Asam

Saya saat berada di Stockpile I Pelabuhan Tarahan 
Apakah anda tahu dari mana datangnya listrik di Pulau Jawa? Jelas dari pembangkit listrik Jawa-Bali tapi, dari mana mereka mendapatkan bahan bakar? Salah satu jawabannya ialah dari batu bara pasokan Sumatera. Batu Bara untuk pembangkit Jawa dipasok oleh PT. Bukit Asam dari tambangnya di Tanjung Enim, Sumatera Selatan menggunakan kereta api menuju pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung. Pembangunan pelabuhan batubara Tarahan dimulai pada tahun 1983. Pembangunan tahap pertama selesai pada 1988 dan mempunyai kapasitas penyaluran 2,5 juta ton per tahun, dengan kapasitas tampung stockpile 60 ribu ton. Sejalan dengan bertambahnya kebutuhan listrik PLTU Suralaya, keadaan ini memaksa PT. Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan untuk juga meningkatkan penyaluran batubara dengan melakukan penambahan stockpile II dan peralatan Stacker Reclaimer. Pembangunan tahap kedua ini memperbesar kapasitas stockpile jadi 250 ribu ton. Sejalan dengan peningkatan penyaluran batubara tujuan ekspor, maka dilakukanlah pembangunan tahap ketiga yang dimulai tahun 1995 dan selesai pada 1997.

Dermaga Tarahan
          Pelabuhan Tarahan PT. Bukit Asam merupakan dermaga pelabuhan terbesar yang dimiliki oleh PT. Bukit Asam dengan luas area 42,5 Ha. Pelabuhan ini terletak 18 km dari pusat Kota Bandar lampung dan sekitar 6 km sebelah selatan pelabuhan Panjang. Pelabuhan Tarahan berbatasan dengan:
  1. Sebelah Utara           : PLTD Tarahan
  2. Sebelah Barat           : Laut Teluk Betung
  3. Sebelah Selatan       : PT. Lampung Andalas
  4. Sebelah Timur          : Jalan Raya Lintas Sumatra

         
          Topografi pelabuhan Tarahan PT. Bukit Asam didominasi dataran rendah di kaki bukit tepian laut. Pelabuhan Tarahan PT. Bukit Asam beroperasi sejak tahun 1986 sebagai dermaga untuk kepentingan sendiri yang pada awalnya dipersiapkan untuk pengapalan batubara hasil produksi tambang di Tanjung Enim dengan tujuan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Suralaya PJB (Pembangkit Jawa-Bali) yang ada di Provinsi Banten.

Stacker-Reclaimer
          Penumpukan batubara di PT. Bukit Asam (Tbk) unit Pelabuhan Tarahan ditempatkan pada tiga stockpile dengan kapasitas 60 ribu ton untuk stockpile I, serta masing-masing 250 ribu ton untuk stockpile II dan III, dengan jumlah penyaluran 12 juta ton per tahun. Angkutan batubara tambang Tanjung Enim ke Tarahan menggunakan kereta api batubara rangkaian panjang (KA Babaranjang). Jarak tempuh antara Tanjung Enim sampai Tarahan Sekitar 420 km. dalam setiap rangkaian KA Babaranjang terdiri dari 46-60 gerbong dengan volume batubara 50 ton per gerbong. Rata-rata setiap harinya ada 13 rangkaian KA Babaranjang yang masuk ke pelabuhan Tarahan PT. Bukit Asam, atau sekitar 39.000 ton per hari yang dikirim dari tambang Tanjung Enim.

Rute transportasi batu bara Sumatera

          Dermaga Tarahan PT. Bukit Asam memiliki kedalaman laut 18 meter dan mampu disandari kapal berkapasitas besar. Dermaga ini dipergunakan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan PLTU Tarahan dan PLTU Suralaya Banten dengan menyeberangi laut sekitar 100 km. Selain itu, dermaga ini juga memenuhi kebutuhan ekspor batubara ke beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, Filipina, Taiwan, Korea, serta Eropa.

          Batubara yang diterima dari Tanjung Enim maupun dari Kalimantan, sebelum dikapalkan terlebih dahulu melewati pengujian kualitas, kalori, kadar air, dan kadar abu. Pengujian dilakukan di labolatorium pengujian batubara milik PT. Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan. Pengujian ini dilaksanakan guna memastikan bahwa batubara yang akan dikirim ke konsumen sesuai spesifikasi yang diminta. Demi meningkatkan reputasi dan citra perusahaan, labolatorium penguji batubara PT. Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan sudah terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan ISO 17025 atas kepedulian perusahaan terhadap mutu.

Salah satu sudut Pelabuhan Tarahan

          Pengangkutan batubara PT. Bukit Asam (Tbk) unit Pelabuhan Tarahan bekerjasama dengan berbagai instansi swasta maupun pemerintah. Kerjasama tersebut diantaranya dengan;
  1. PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI), di mana pengangkutan batubara dari Tanjung Enim ke pelabuhan Tarahan menggunakan jalur kereta dan lokomotif milik PT. KAI.
  2. PT. Bahtera Adi Guna dan PT. Arpeni, di mana pengangkutan batubara dari pelabuhan Tarahan melalui jalur laut menggunakan kapal laut milik perusahaan tersebut.



1 komentar:

  1. nice info mas, thank you, semoga bisa diupdate mengenai kondisi terupdate di 2022 nya dari Pelabuhan Tarahan Lampung ini, mgkn ada perubahan kapasitas, proses angkutan via keretanya dll.

    BalasHapus