Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|

Selasa, 23 Februari 2016

Teknik Lingkungan: Kuliah dan Penerapannya di Dunia Kerja

Halo bagi kalian semua alumni, mahasiswa, maupun calon anak Teknik Lingkungan! Dalam artikel ini saya hendak berbagi pengalaman kerja saya yang masih seumur jagung di bidang Teknik Lingkungan. Saya kebetulan saat ini tengah bekerja sebagai konsultan Teknik Lingkungan. Menurut saya pribadi untuk ukuran Teknik, materi kuliah Teknik Lingkungan tidaklah begitu berat namun entah kenapa peminat Teknik Lingkungan belum begitu banyak padahal, bidang ini belakangan makin dibutuhkan. Ditambah lagi, tidak sedikit alumni Teknik Lingkungan yang malah berkarier di luar bidang lingkungan.

Jika memang begitu dibutuhkan, lantas (1) kenapa banyak alumni Teknik Lingkungan malah kerja di luar ranahnya? (2) Kenapa dengan melimpahnya lowongan ini hanya sedikit yang menyerap anak Teknik Lingkungan? (3) Apa sebenarnya bidang kerja yang memerlukan keahlian Teknik Lingkungan? (1) Saya tidak bisa memberi musabab pasti kenapa alumni Teknik Lingkungan banyak yang kerja di luar ranahnya tapi, berdasarkan pengalaman pribadi bisa saya simpulkan bahwa iklan lowongan khusus Teknik Lingkungan begitu sedikit bila dibanding lowongan untuk jurusan lain, misalnya akuntansi. Salah satu iklan lowongan yang umum diperuntukkan lulusan Teknik Lingkungan adalah staff K3. Tapi, syarat yang dipatok bagi pelamar staff K3 tidak masuk akal bagi lulusan baru Teknik Lingkungan. Rata-rata lowongan staff K3 mempersyaratkan pengalaman di bidang K3 minimal setahun plus sertifikat pelatihan K3 entah itu SMK3 atau OHSAS. Untuk lebih detail anda bisa cari sendiri syarat untuk ikut pelatihan SMK3 dan OHSAS di internet!

Selain staff K3, lowongan lain yang butuh anak Teknik Lingkungan adalah staff WTP dan WWTP. Namun, kedua lowongan ini sayangnya jarang ada. (2) Penyebab banyaknya lowongan Teknik Lingkungan kurang menyerap alumninya beberapa di antaranya sudah dijawab di atas lalu, sisanya lantaran lowongan-lowongan Teknik Lingkungan lainnya disediakan Instansi Pemerintah. Sudah jadi rahasia umum kalau lowongan itu digelar Instansi Pemerintah maka yang bisa mengisinya pasti orang-orang terdekat para Pejabat Pengadaan terkait saja. Lantaran kurangnya pengumuman maka, tidak heran pula lowongan-lowongan ini sulit terdeteksi para lulusan Teknik Lingkungan. Selain itu juga nyaris semua lowongan tersebut membutuhkan sekian tahun pengalaman kerja di bidang Lingkungan beserta Surat Keterangan Ahli (SKA).

Untuk mulai punya pengalaman kerja di bidang lingkungan pastinya anda harus pernah bekerja dulu di salah satu perusahaan jasa konsultansi lingkungan. Dengan kata lain, untuk melamar lowongan-lowongan lingkungan dari Instansi Pemerintah anda harus benar-benar mulai dari bawah. (3) Bidang kerja yang memerlukan keahlian Teknik Lingkungan antara lain: pengolahan air buangan industri, pengelolaan air minum, sanitasi masyarakat, dan satu yang sudah disebutkan di atas yaitu K3.

Apa yang bisa kalian siapkan semenjak di bangku kuliah bila memang bercita-cita bergerak di dunia Teknik Lingkungan adalah pengetahuan yang komprehensif mengenai seluruh mata kuliah. Jika kalian memang ingin jadi konsultan Teknik Lingkungan pengetahuan yang harus kalian dalami ialah seputar air minum. Belajarlah cara menentukan dimensi pipa, ilmu pengolahan air minum, merancang bangunan pengolahan air minum, dan perencanaan-perencanaan pelayanannya! Selain itu jangan lupa perbanyak bacaan terkait sanitasi masyarakat! Pahami dasar-dasar hukum bagi perencanaan air minum dan sanitasi! Selama di bangku kuliah kuasai Microsoft Office sebaik mungkin karena ini salah satu senjata konsultan lingkungan! Jangan pula malas mengasah Bahasa Inggris kalian!

Kerja di bidang Teknik Lingkungan tidak sesulit kuliahnya. Percayalah! Misalnya tentang perencanaan bangunan air minum. Kita tidak perlu repot-repot menjelaskan alternatif pengolahan hingga perhitungan saluran-saluran unit bangunan pengolahan karena Pemerintah biasa membeli IPA jadi sesuai dengan debit yang mereka rencanakan. Walau begitu, ilmu Teknik Lingkungan tetap harus mengakar di kepala anda! Untuk apa? Supaya kalian bisa lebih kritis menyikapi data. Contohnya, hanya anak Teknik Lingkungan yang bisa menstandarkan data perencanaan air minum. Data sering kali tidak begitu rinci dan yang bisa mendetailkannya cuma orang yang memiliki pengetahun Teknik Lingkungan.

            Tidak hanya semata akademis yang harus mahasiswa Teknik Lingkungan siapkan bila ingin kerja di bidang Teknik Lingkungan namun juga relasi dengan alumni dan teman-teman lain sejurusan. Simpan semua kontak kawan sejurusan anda termasuk para Dosen! Ini penting karena kita tidak tahu kelak kita mungkin begitu membutuhkan mereka. Buatlah grup Facebook khusus teman jurusan seangkatan dan rekan sejurusan pada umumnya! Sebab ini akan menjaga koneksi dan aliran informasi kalian!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar