Engineering; Game; Sosial; Blogging; Lingkungan; Kuliah; Psikologi Populer; Download; Sejarah; Film; Umum| SELAMAT DATANG DI GUNARMAN.BLOGSPOT.COM| Blog kecil padat informasi|

Senin, 16 Februari 2015

Film PD II Tentang Yahudi

Poster propaganda yang
menggambarkan ketamakan
Yahudi.
Selama masa pemerintahan Adolf Hitler, Jerman konsisten memberantas Yahudi lantaran tuduhan bahwa mereka adalah penyebab segala kehancuran Eropa. Saat NAZI Jerman memulai kampanye Pembebasan Eropa satu per satu negara di bawah pendudukan Jerman dibersihkan dari Yahudi. NAZI Jerman menetapkan diskrimasi keras terhadap Yahudi diantaranya dengan merelokasi paksa mereka ke Ghetto. NAZI Jerman bahkan mempelajari detail ciri fisik khas Yahudi sampai ke bentuk tulang-belulang dan mengajarkan pengetahuan tersebut supaya memudahkan identifikasi petugas lapangan. Yahudi yang tertangkap bakal dikirim ke kamp kerja dan di sana mereka akan melakukan banyak hal dari mulai memecah batu sampai dengan membantu Schutzstaffel (SS) menjalankan kamp. Hidup Yahudi yang di luar kamp dan Ghetto pun tidak jauh lebih baik. Mereka harus senantiasa waspada karena NAZI Jerman serius melacak dan mengejar mereka. Guna lebih jelas memahami kisah Yahudi Eropa di negara-negara yang diduduki NAZI Jerman selama PD II, ada baiknya juga anda melihat beberapa film berikut:


The Pianist
Film ini padat cerita dan begitu nyata karena berdasarkan autobiografi Wladyslaw Szpilman seorang pianis dan komposer Polandia. The Pianist secara gamblang menggambarkan keseharian di Ghetto, kekalahan Jerman di Polandia, diskriminasi terhadap Yahudi, Pemberontakan Yahudi Ghetto, sulitnya bertahan hidup selama perang, dan fakta bahwa tidak semua orang Jerman semasa PD II benci Yahudi. The Pianist sukses menggabungkan beragam hal dari mulai drama, musik, sejarah, dan sisi kemanusiaan ke dalam satu paket yang koheren. Film berbahasa Inggris ini berhasil memenangkan beberapa Oscar untuk sejumlah kategori.


Die Falscher (The Counterfeiters)
Film ini berkisah tentang seorang seniman dan pemalsu hebat Yahudi Jerman di tahun 1930-an, Salomon Sorowitsch. Ia terkenal sebagai pemalsu uang dan paspor. Salomon Sorowitsch yang tertangkap polisi kemudian dikirim ke kamp konsentrasi Mauthausen. Keahlian dan bakatnya kemudian membawa ia ke kamp konsentrasi Sachsenhausen untuk bergabung dengan seksi spesialis pemalsuan. Seksi itu dipimpin oleh orang yang dulu menangkapnya di Berlin, Sturmbannführer Bernhard “Herzog” Krüger. Seksi ini bertugas untuk menjalankan operasi pemalsuan terbesar dalam sejarah, yaitu operasi Bernhard, yang tujuannya ialah menghancurkan ekonomi Inggris. Die Falscher adalah salah satu rekomendasi film Jerman bagi anda yang penasaran pada sisi besar di balik PD II.


Zwartboek (Black Book)
Film ini amat dramatis dan menguras emosi sebab anda bakal menyaksikan betapa tegarnya seorang wanita Yahudi Belanda, Rachel Stein, melawan NAZI Jerman. Saking peliknya intrik Zwartboek, Rachel Stein bahkan harus rela disalah tuduh sebagai pengkhianat bangsa selepas perang. Zwartboek yang berbahasa Belanda, Jerman, Ibrani, dan Inggris ini menggambarkan betapa mencekamnya hidup dalam kejaran NAZI Jerman. Hal yang lumayan menarik juga bagi kita orang Indonesia adalah cerita bagaimana Belanda dijajah Jerman. Zwartboek merupakan film mata-mata PD II yang sangat pantas anda tonton.


Europa Europa
Mengenali ciri fisik Yahudi ternyata tidak cukup gampang sebab, ada saja yang ternyata mampu lolos dan bahkan ikut bergabung ke pasukan Jerman dan sekolah elit pemuda Hitler. Hal inilah yang terjadi pada Solomon Perel yang kemudian kisah hidupnya selama PD II difilmkan dalam Europa Europa. Kisah penyamaran Solomon Perel sebagai ras Arya untuk meloloskan diri dari Holocaust begitu unik. Film ini mengungkap bagaimana elit pemuda Hitler didoktrin untuk merendahkan serta membenci Yahudi, konflik batin Solomon karena jatuh Cinta pada cewek fanatik Hitler, ajaran ateisme komunis Soviet, dan sedikit kisah tentang akhir Third Reich. Europa Europa yang berbahasa Jerman dan Rusia ini terselip propaganda standar film PD II Jerman bahwa di zaman Hitler dulu tidak semua orang seperti NAZI.  


Lore
Film berbahsa Jerman ini mengambil setting pascakekalahan Third Reich di PD II. Lore mengisahkan perjuangan lima kakak-beradik menembus Black Forest menuju rumah nenek mereka di Hamburg. Lore adalah seorang gadis yang merupakan anak sulung dari seorang Petinggi Schutzstaffel (SS). Ketika perjalanan, mereka kebetulan bertemu pria asing beridentitas Yahudi. Sebagai pemuda Hitler, Lore terdoktrin untuk membenci Yahudi. Lore menawarkan ironi bagaimana seorang yang seharusnya dilarang memercayai Yahudi ternyata justru amat bergantung pada mereka untuk bertahan hidup. Lore mengajak anda untuk merasakan bagaimana rasanya jadi pemuda Hitler yang senantiasa cemas dibalas Yahudi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar